Senin, 13 Juni 2016

Gelisah, Penyakit bagi Manusia (Manusia dan Kegelisahan)



Pernah lihat gambar-gambar atau meme seperti di atas? Bagi yang sedang tingkat akhir mungkin sudah sering melihat  meme seperti diatas. Pas lihat mem seperti ini langsung berasa "Bener banget tuh".  Meme seperti ini tidak hanya mengungkapkan kenyataan mengenai skripsi, tapi juga kegelisahan menjalani skripsi.  Tentunya banyak mahasiswa yang gelisah dengan skripsi, terutama yang sudah memasuki tahun akhir.  Tetapi, penyebar luasan meme seperti ini juga bisa menimbulkan kegelisahan kepada mahasiswa awal tahun lho.  Mungkin saja dengan melihat meme seperti ini mahasiswa yang akan memasuki tahun akhir jadi gelisah, "Mampus, tahun depan skripsi". Bahkan Mahasiswa yang baru masuk akan merasa kalau skrpisi itu menakutkan.

Takut dan Gelisah adalah dua hal yang sering dipandang sebelas-duabelas,beda-beda tipis.  Dalam bahasa inggris Gelisah (anxious) experiencing worry, unease, or nervousness, typically about an imminent event or something with an uncertain outcome ; mengalami rasa khawatir, tidak enak, dan gugup secara tipikal tentang peristiwa dekat atau sesuatu dengan hasil yang tidak pasti. Sedangkan Takut (fear) an unpleasant emotion caused by the belief that someone or something is dangerous, likely to cause pain, or a threat; suatu emosi tidak enak yang diakibatkan rasa percaya bahwa  seseorang atau sesuatu mendatangkan rasa takut,menyebabkan rasa sakut atau ancaman.  Perbedaan yang mendasar dari Takut dan Gelisah adalah objeknya.  Objek dari rasa takut lebih jelas dan biasanya lebih berwujud.  Sedangkan objek dari gelisah biasanya adalah hasil atau kejadian yang tidak pasti.

Semua orang pasti pernah mengalami kegelisahan, baik dari kalangan muda hingga tua dan dari berbagai segi dan aspek kita dapat menemukan objek kegelisahan. Para siswa gelisah, bagaimana nilai dan ranking yang akan di dapat. Para jomblo, terutama yang sering ditolak atau masuk dalam friendzone  gelisah jangan-jangan mereka tidak akan memiliki kekasih sampai tua. Anak kossan gelisah, apakah uang bulan ini cukup sampai akhir bulan.  Orang tua gelisah bagaimana masa depan anaknya.  Dan masih banyak lagi objek dari kegelisahan. Gelisah dapat dikatakan sebagai penyakit pada sebagian besar masyarakat.  Gelisah terkadang dapat sampai pada titik ekstrim sehingga kegelisahan tersebut tidak lagi manusiawi.

Salah satu contohnya adalah postingan gambar di 1cak.com .  Postingan tersebut sudah lama jadi saya tidak dapat menemukannya lagi, tetapi isinya adalah tentang kekhawatiran berkendara karena baru saja ada kasus pesawat jatuh. Isinya kurang lebih seperti ini:


“Naik pesawat, pesawatnya jatuh. Naik kapal, kapalnya tenggelam.  Naik mobil, kecelakaan.  Jalan kaki, ditabrak motor. Diem aja di rumah, nanti gempa.”


Kegelisahan, terutama pada titik ekstrim,biasanya akan melebih-lebihkan keadanyang ada atau yang terjadinya.  Gelisah akan memberi tekanan pada manusia sehingga mereka akan menjadi lebih mudah stress,dihantui rasa khawatir, kurang menikmati kegiatan, dan kurang atau tidak merasa bahagia.  Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda.  Banyak juga yang merasa gelisah karena ketidakpercayaan akan masa depan yang baik.

Mengatasi kegelisahan sebenarnya mudah,yaitu dengan menerima terjadinya perubahan pada diri sendiri.  Baiknya orang yang gelisah mengintrospeksi diri dan secara realistis memikirkan apa akibat buruk ataupun baik yangsebenernya akan terjadi.  Secara omongan memang terdengar mudah,  tetapi gelisah terkadang sudah menjadi kebiasaan dan dengan mudahnya datang kapan saja.  Karena itu, satu lagi cara untuk mengatasi kegelisahan adalah kegiatan yang paling mendasar yang seharusnya kita lakukan tiap harinya, yaitu Beroda dan Berserah kepada Tuhan.  Cara paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah percaya, bahwa Tuhan itu memelihara hidup kita, dan kita tidak akan ditinggalkannya sendirian.


Kegelisahan memanglah hal yang wajar dirasakan manusia dengan banyaknya kegiatan dan problema yang kita hadapi sehari-harinya.  Tetapi, dibandingkan percaya kepada imajinasi kita yang menimbulkan kegelisahan, seharusnya kita lebih percaya bahwa Tuhan kita jauh lebih berkuasa diatas semua itu.  Berserahlah kepadaNya dan biarkan Tuhan membimbing jalanmu.


“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.”
-Mzm 55:23-


Kunci Sukses Masyarakat Jepang (Manusia dan Pandangan Hidup, Tanggung Jawab, dan Kebudayaan)

Bagi yang suka nonton film action, ada yang pernah nonton film The Last Samurai?  Dari film ini banyak sisi yang bisa kita lihat.  The Last Samurai adalah film action berlatar tempat di Jepang pada masa restorasi Meiji ketika para samurai masih menjadi tonggak perlawanan terhadap musuh yang menyerang.  Seorang samurai sendiri bukanlah seorang prajurit biasa yang mahir menggunakan pedang, namun seorang prajurit yang dilumuri dengan keberanian dan harga diri yang sangat tinggi. 

Film ini berpusat pada Nathan, seorang veteran perang yang diperintahkan pemerintah Amerika untuk melatih tentara jepang sabagai tindakan mengulur-ulur waktu agar America bisa menyerang. Setelah pasukannya dikalahkan oleh pasukan samurai, Nathan dibawa untuk dieksekusi.  Namun, Katsumoto yang melihat kemampuan Nathan mencegahnya dan membawanya ke markasnya untuk mempelajari musuhnya tersebut.  Dari situlah Nathan kemudian membelot dan membela pasukan samurai.

Dalam film ini kita dapat melihat sikap dan prinsip-prinsip seorang samurai.  Seperti yang telah disebutkan, Samurai memiliki harga diri dan keberanianyang tinggi.  Mereka juga memiliki prinsip yang di dasari oleh Bushido.  Bushido adalah kode etik kesatriaan golongan samurai berasal dari nilai-nilai moral samurai, paling sering menekankan beberapa kombinasi dari kesederhanaan, kesetiaan, penguasaan seni bela diri, dan kehormatan sampai mati. 

Nathan yang awalnya meremehkan pasukan Jepang, melihat bagaimana prinsip para samurai tersebut, bagaimana mereka melaksanakan Bushido yang akhirnya membuat  Nathan memilih menjadi seorang samurai.  Pada masa itu seorang samurai sangat memegang Bushido tidak hanya dalam menjalankan tugasnya, tetapi juga dalam menjalankan kehidupannya dan menjadi sebuah pandangan hidup.

Dalam film ini juga terlihat, bahwa samurai tidak dipaksakan untuk melaksanakan Bushido, tetapi dari kesadaran diri sendiri.  Karena itu, mereka bertanggung jawab penuh atas tindakan,kesetiaan, pengkhianatan, kemenangan, atau kekalahan mereka.  Biasanya tindakan tanggung jawab sebesar itu adalah dengan harakiri. Harakiri memang juga menjadi “hukuman” bagi mereka,tapi lebih dari itu harakiri juga merupakan keputusan mereka untuk mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.

Selain itu, walaupun pada jaman ini sudah tidak semencolok pada jaman dahulu, bushido menjadi suatu budaya di masyarakat Jepang.  Sebagai cara hidup yang tetap dipegang bahkan sampai pada saat ini, walaupun tidak semencolok dahulu akibat modernisasi dan pengaruh globalisasi.  Bushido ini jugalah yang dianggap sebagai kunci kesuksesan Jepang pada masa sekarang.  Karena masyarakat mereka membudayakan pandangan hidup yang kuat dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Source : 

Alat Keadilan, Pisau Bermata Dua (Manusia dan Keadilan)

Di Televisi kita sering kali menonton bagaiman seorang pelaku dijatuhi hukuman, terutama jika kasus yang terjadi adalah kasus trending topic.  Dari situ juga kita sering menilai keadilannya.  Saat netizen merasa itu tidak adil,pendapat mengenai ketidakadilan akan segera bermunculan di sosial media dalam bentuk pendapat, quotes, kasus sejenis, bahkan meme.   Seperti,waktu itu, dijatuhkan hukuman yang lebih rendah kepada koruptor dibandingkan seorang pencuri piring.Berita-berita seperti ini membuat masyarakat berpandangan “hukum tajam kebawah tapi tumpul keatas”

Keadilan sudah didefinisikan oleh para ahli seperti Aristoteles, Plato, Frans Magnis Suseno, Thomas Hubbes   dan lain-lain.  Secara garis besar Keadilan adalah perlakuan yang  tidak berat sebelah.  Namun tidak hanya itu, tanpa kita sadari selalu ada penentu dalam keadilan  seperti  pendapat Thomas Hubbes pengertian keadilan ialah sesuatu perbuatan yang dikatakan adil jika telah didasarkan pada suatu perjanjian yang telah disepakati.
Keadilan juga sering menjadi tema suatu novel atau film, biasanya di film-film heroes atau pahlawan.  Dan tentunya keadilan selalu menang dan yang benar akan berbahagia.  Namun pada realitanya hidup tidak hanya ada warna hitamdan putih.  Seperti pada novel berjudul Rage Of Angels karangan Sidney Sheldon.  Saya sendiri menggemari karya-karya beliau karena plot dan twist cerita serta cara penulisannya. 

https://en.wikipedia.org/wiki/Rage_of_Angels 

Cerita Rage Of Angels ini berputar di area pengadilan.  Sebagian besar jalan ceritanya menceritakan bagaimana penegakan hukum di pengadilan Amerika.Dalam cerita itu, digambarkan bahwa dalam pengadilan nya terdapat Hakim, Pegacara, dan Juri.  Sang tokoh utama, Jennifer Parker digambarkan sebagai wanita cemerlang yang mampu menegakan keadilan dan memenangkan hati juri.  Juri bisa dibilang sebagai penentu pada keadilan karena mereka yang akan menentukan apakah tertuduh bersalah atau tidak. Dalam novel ini Jennifer Parker sering kali memenangi kliennya pada pengadilan, bahkan saat kemungkinan menangnya sangat kecil.   Jennifer Parker memperolehnya dari berbagai teknik khas dirinya dan tekad dirinya untuk menegakan keadilan.

Jennifer Parker pada awalnya hanya membela mereka yang bersih, namun selanjutnya dia bergerak melenceng dan ternoda oleh mafia. Namun Ia tetap berhasil memenangkan pengadilan. Di novel ini kita bisa melihat bagaimana Jennifer Parker membalik fakta atau dusta melalui pemarparan fakta-fakta, permainan kata-kata, dan permainan psikologis.  Teknik  yang sama dapat mendatangkan keadilan atau bencana bagaikan pisau bermata dua.

Jika dihubungkan ke keseharian kita, kitalah “Juri” dalam berbagai kasus.  Sering kali tindakan atau pendapat kita terhadap kasus tertentu dapat menentukan “keadilan” yang di lakukan.  Dan seringkali juga kita termakan oleh “pembela-pembela” karena teknik pemaparan fakta, permainan kata-kata atau permainan psikologis.  Sebagai “Juri”, masyarakat atau netizen seharusnya lebih teliti agar dapat melihat  bagaimana “pisau bermata dua” itu digunakan


Source:
http://www.gurupendidikan.com/10-pengertian-keadilan-dan-jenisnya-menurut-para-ahli/ 


Trend Pamer Penderitaan di Sosmed (Manusia dan Penderitaan)



Semua manusia pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. 

Semua kalangan memiliki penderitaan yang berbeda-beda.  Penderitaan bisa dikatakan subjektif, karena jika banyak orang diberikan beban yang sama, belum tentu mereka semua merasa terbeban oleh derita tersebut, ada yang masih bisa bertahan, ada yang menganggapnya bukan apa-apa, dan sebagainya. Anehnya,  masyarakat terkadang tanpa sadar membangga-banggakan penderitaan.  Seperti, saat kita mensharingkan derita kita ada saja yang menyeletuk, “ah itu mah belum seberapa, tadi gw lebih parah. Bla bla bla.” Tanpa sadar niat curhat malah jadi ajang bersaing siapa yang lebih menderita.  Atau bisa kita lihat di sosial media meme tentang kenyataan merangkap pamer maslah dan penderitaan.  Atau dengan maraknya sosial media kita sering memposting status tentang masalah kita, atau meme seperti ini:





Saat melihat meme seperti itu, kita tanpa sadar sering tertawa dan berkata “Ahahaha gw banget tuh” baru setelahnya pundung di pojokan karena sadar tugas belom selesai masih harus bergadang 5 jam lagi.

Penderitaan biasanya diakibatkan oleh tekanan fisik dan mental dan kemudian akan berimbas kembali pada fisik dan mental.  Pada titik wajar penderitaaan dan akibat itu sendiri akan terlihat biasa, namun pada titik titik ekstrim, penderitaan dapat menimbulkan depresi berkepanjangan, rasa putus asa, bahkan bunuh diri.

Karena itu, alasan maraknya trend “pamer penderitaan” ini adalah salah satu cara untuk meringankan penderitaan,.  Dengan memposting hal-hal seperti itu, mereka ingin ada yang mendengar tentang penderitaan atau masalah mereka dan mendapat dukungan, support moril dari teman-teman sehingga mereka dapat merasakan keringanan.  Atau bahkan mencari orang-orang yang bernasib sama dan bisa menopang satu sama lain.  Jadi ada sisi baiknya juga dari munculnya meme-meme seperti itu.  

Source:
https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2016/03/07/47157/194626-meme-anak-teknik-.jpg
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-penderitaan.html
Google




Jumat, 06 Mei 2016

Realita Salah Kaprah Pandangan Cinta


Kalau melihat ke kebiasaan muda-mudi sekarang menurut saya banyak yang aneh, terutama di bidang asmara. Ga cuma di asmara sih aslinya, tp saya akan melihat dari sudut pandang asmara dahulu.  Coba kita liat aja.  Sekarang hampir semua orang udah pernah pacaran, atu pun lagi pacaran.  Rentang usia orang pacaran pun udah ga Cuma dari remaja, melainkan dari anak-anak.  Udah banyak sekarang liat cowok-cewek masih putih-merah gandengan tangan mesra, panggilnya sayang-sayangan, ngegosipin si ini pacaran sama yang itu. Sekarang kalau tidak pacaran atau single di anggap aneh. Banyak yang cari pacar liat dari tampang kalau ga dari tampang dari tumpangan. Belum lagi kasus pacaran remaja tuh udah banyak.  Banyak muda-mudi udah tidak perawan sama pacarnya.  Banyak yang rela ngelakuin apa aja buat pacarnya, yang penting ga diputusin.  Bahkan udah ada yang ngebunuh mantan pacarnya sendiri, dibantuin lagi sama pacarnya yang baru. 

Semua ngakunya atas nama cinta.  Banyak yang hilang keperawanan, ngakunya atas nama cinta.  Banyak yang mau ditindas sama pacarnya, ngakunya atas nama cinta.  Bahkan ampe ngebunuh alesannya atas nama cinta.  Lama-lama kasian sama yang namanya Cinta, dijadiin kambing hitam mulu.  Banyak dari kita yang ngaku-ngaku mengatas nama cinta tapi ga mendalami dulu cinta itu apa? cinta itu sumbernya dari mana?  Yang kurasain ini apa, cinta, memuja, atau malah nafsu??

Tapi tetap kita harus tahu juga “teori”nya cinta.  Tahu ga sih, cinta itu ada beberapa macam.  Di Alkitab dijelaskan ada beberapa macam cinta. Ada Agape, yaitu cinta yang ikhlas, yang tidak mementingkan diri sendiri, identiknya dengan cinta Tuhan kepada manusia, Uncoditional Love lah kalau bahasa gaulnya.  Ada Storge, yaitu cinta kepada orang tua.  Ada Amore dan Eros yaitu cinta kepada lawan jenis. Dua cinta ini ada bedanya. Eros adalah cinta kepada lawan jenis karena kodratnya sebagai laki-laki atau perempuan,  Lebih mudahnya disebut nafsu.  Sedangkan Amore adalah yang biasa kita sebut dengan “cinta yang tak ada logika”.Dan ada Philia, yaitu cinta/kasih terhadap sahabat atau saudara.  Dalam Alkitab Mencintai pun ada objeknya, yaitu Tuhan Allah, sesama/orang lain, dan diri sendiri.

Selain itu, baiknya dalam sebuah hubungan, baik itu pacaran keluarga, persahaban mengerti, jika  “Love is giving”, cinta tidak mengambil, dia memberi. Secara sederhananya “Kasih(cinta) ya kasih(memberi)”

Kalau sudah tahu tentang teori cinta, yuk lihat lagi ke kasusnya.  Banyak orang yang tidak membedakan apa itu cinta, apa itu nafsu, apa itu memuja sehingga semua dicampur adukan.  Contohnya saja, banyak yang ngakunya berhubungan seks atas nama cinta, atau mau berhubungan seks karena kalau tidak pacarnya diputusin.  Kalau ampe ada yang seperti itu, coba bercerminlah, pacar kamu mencintai kamu atau nafsu sama kamu?  Selanjutnya,  Bagi mereka yang kejebak dilingkaran setan jadi budak pacarnya, ingat lah, mencintai seseorang diawali dari mencintai diri sendiri.  Kalo gini apa yakin kamu mencintai diri sendiri, lebih-lebih apa yakin kamu dicintai?? Dan masih banyak muda-mudi yang seharusnya bercermin ke hubungannya sekarang dan memahami ulang hubungan apa yang sedang terjadi antara kami berdua.

Cinta, emosi yang sangat berharga itu, diciptakan oleh Allah dan bersumber dari Allah juga.  Dan Allah tidak memberi cinta kepada manusia untuk dimain-mainkan atau dijadikan kambing hitam.  Kalau mau lebih mengerti cinta ya tanya sama yang memberi, mendekatlah pada Tuhan. Kalau perlu  tanyalah sama Tuhan, apakah yang saya rasakan ini?  Jangan sampai asal tanya sama sembarang orang yang mungkin bahkan tidak mengerti juga apa itu cinta.

Minggu, 13 Maret 2016

BAGAIMANA KEINDAHAN DILIHAT



Manusia dan keindahan adalah dua hal yg tidak bs dipisahkan, karena semua org memiliki hasrat untuk melihat keindahan. Bahkan org yg lebih suka berantakan tetap tertarik dengan keindahan, lebih tepafnya keindahan mereka sendiri. Pernah lihat kan, sesuatu yg bs dibilang "ini tuh berantakan tp kok enak di lihat?" Tiap orang memiliki standard keindahan sendirseperti ada yang lebih suka perfeksionis , lebih suka yang abstrak , lebih suka yang alami dan lainnya, walaupun tetap ad nilai keindahan umum.

Nah, mari melihat kewujud nyata keindahan, sesuatu yang bisa dilihat oleh mata. Contohnya adalah arsitektur zaman doeloe di jatinegara . Sejujurnya saya sendiri tidak mengenal jatinegara karna saya jarang-atau mungkin bisa dikatakan nyaris tidak pernah- kesana. Tapi saya telah melihat contoh2 bangunan Dan arsitektur nya dari vidio Di YouTube.  Yang mau lihat vidio nya bisa di cek di  http://youtu.be/RQZ4a0X4hDE 

Sebelum membahas langsung ke bangunan nya baiknya kita mempelajari sejarahnya dulu. Pada awalnya daerah tersebut bukan bernama jatinegara melainkan Mesteer Cornelis, yang diambil dari nama Cornelis Senen seorang guru agama kristen keturunan belanda yang membuka hutan disana pada masa pendudukan Belanda sekitar abad 17-an. Mesteer sendiri berarti guru dalam bahasa Portugis . lalu barulah pada masa pendudukan Jepang berganti nama menjadi Jatinegara, dikarenakan masih terdapat banyak pohon jati disana.

Dari vidio menelusuri jejak Mesteer Cornelia, bisa dilihat beberapa bangunan yang memiliki arsitektur zaman dahulu seperti SMP 14, Stadium Jatinegara, dan Gereja Koinonia. Kebanyakan dari bangunan bangunan tersebut memiliki arsitektur gabungan eropa dan tropis. Bisa dilihat dari jendela2 nya yang tinggi besar dan berdaun dua, langit2 yg tinggi, tembok dari semen Dan lantai dari porselen yang langsung dari eropa sana. Aksen eropa dari bangunan2 tersebut , seperti langit2 nya yang tinggi Dan tembok yang kokoh member kesan megah kepada bangunan-bangunan tersebut. Sekalipun menurut saya kurang terlihat dari vidio tersebut.

Dalam melihat bangunan-bangunan tersebut tentunya tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama. Mungkin ada yang langsung berpikir "bagus ya" ato "keren" tapi mungkin saja ad yang berpikiran biasa atau tidak terlalu peduli. hal ini bergantung dengan nilai keindahan yang di miliki tiap pribadi. Bagi yang lebih suka keindahan modern mungkin tidak terlalu tertarik dengan bangunan-bangunan tersebut. Sedangkan bagi yang menghargai arsitektur eropa ataupun kuno akan merasa senang melihatnya bahkan mungkin akan betah disitu. Nilai objektif sangat berperan dalam menentukan apakah orang yang melihatnya menyukai nya atau tidak.  

Tetapi sekalipun begitu bangunan-bangunan tersebut tetap indah- enak dilihat atau dirasakan.karena indah bukan hanya dari mata, tetapi dari berbagai hal lainnya seperti perasaan, keteraturan dan lainnya. Coba saja mita mengingat kesan ruangan, atau kesan suasana ataupun keadaan yang membuat kita merasa nyaman. Dan kemudian tanpa sadar kita akan mengatakan atau berpikir "indah ya". Kita bukan mendeskripsikan indah dari hal yang kita lihat tetapi dari hal yang kita rasakan. Indah itu tidak terbatas oleh penglihatan mata, karena tanpa disadari indah itu jauh lebih luas dari apa yang kita mengerti.

Selasa, 08 Desember 2015

PENGAMEN DAN TATA KOTA

Ilmu Sosial Dasar diberikan sebagai usaha memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep yang digunakan untuk mengkaji gejala-gejala sosial dalam lingkungan sosial sehingga mahasiswa lebih peka terhadapnya.  Tentunya pada akhirnya mahasiswa diharapkan agar dapat memahami dan peka terhadap kenyataan dan masalah sosial yang ada di lingkungan sosialnya. 

Di setiap lingkungan sosial tentunya terdapat masalah.  Masalah sosial yang lebih saya perhatikan seperti yang telah menjadi bahan saya sebelumnya adalah pengamen-pengamen jalanan yang sering meresahkan masyarakat, terutama pengguna kendaraan umum.  Jika di hubungkan dengan jurusan yang saya ambil, yaitu arsitektur saya rasa akan lebih mengacu pada penataan kotanya.  Seperti yang saya tulis sebelumnya, para pengamen-pengamen ini selalu memiliki tempat pangkalan.  Di tempat pangkalan itu bisa terdapat kurang lebih 5 orang pengamen yang akan berganti-gantian menjalankan aksinya.  Dengan penataan kota yang baik, tempat-tempat yang memiliki potensi menjadi tempat pangkalan seharusnya bisa di minimalisir sehingga para pengamen-pengamen tersebut kehilangan tempat.  Selain itu tempat-tempat yang mungkin masih memiliki potensi menjadi pangkalan bisa di desain atau di rancang menjadi lebih indah dan bersahabat dengan masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih merasa bahwa tempat-tempat tersebut ialah hak masyarakat dan dapat menjaganya dari pemakaian yang tidak seharusnya, seperti menjadi pangkalan pengamen

Source: https://tyomulyawan.wordpress.com/pengertian-dan-tujuan-ilmu-sosial-dasar/.