Senin, 26 November 2018

Kritik Interpretif Rumah Panda

© Susan A. Mainka / WWF
Objek : Panda House
Arsitek : BIG Architects
Location  : Copenhagen Zoo, Denmark

Sekalipun berukuran cukup besar, Panda merupakan salah satu binatang yang dianggap lucu dan imut oleh banyak orang hingga banyak sekali pernak pernik bergambar panda seperti pada animasi produksi Cartoon Network “We Bare Bear” yang animasi dan merchandise nya laris manis  oleh anak-anak hingga orang dewasa.    Rupa panda yang imut dengan mata yang tampak besar,  tingkah yang menggemaskan dan juga jarang ditemukan merupakan beberapa alasan Panda mudah disukai semua kalangan.

Habitat asli panda sendiri awalnya tersebar  dari daerah Timur sampai Selatan China, termasuk juga sekitar Myanmar dan area utara dari Vietnam.  Namun dari masa ke masa wilayah habitat panda mengecil hingga hanya terdaoat 20 area sekitar Provinsi Sichuan, Shaanxi dan Gansu, China yang memiliki lahan-lahan bamboo dan area yang berbukit dan bergunung-gunung.  Di negara tirai bambu sendiri panda banyak dianggap sebagai lambang keberuntungan, pertemanan dan juga kedamaian.  Panda juga sering dihubungkan oleh lambing Yin dan Yang dikarenakan warna hitam putih  dan juga sikap nya yang tenang, menjadi demonstasi Yin dan Yang yang kontras dan menemukan harmonisasi dan kedamaian ketika seimbang.  

Salah satu projek arsitektur yang berkaitan dengan panda ialah Panda’s House yang terletak di Kebun Binatang Copenhagen, di Denmark  dirancang oleh arsitek Bjarke Ingels Group (BIG) pada tahun 2017.  Rumah panda ini menampung 2 panda dengan gender yang berbeda.   Aspek-aspek dari panda inilah yang menjadi pertimbangan dalam rancangan Panda’s House.

https://big.dk/#projects-pan

BIG mengambil Filosofi Yin dan Yang dalam pendekatan desainnya.  Pola Yin dan Yang dapat dengan jelas terlihat juga menjadi area pemisah antara panda jantan dan panda betina dengan tujuan mempermudah pada musim kawin panda.  Panda jantan dan betina perlu memliki jarak atau pembatas selama diluar masa kawin.  Pola Yin dan Yang ini juga diolah dengan baik sehingga dapat menyediakan area bergerak yang baik dan juga dilengkapi oleh vegetasi dan kontur tanah yang menyerupai kondisi asli habitat panda, yaitu tanah berkontur dan juga kelompok hutan bambu.  Tidak hanya itu, perancangan rumah panda ini juga menarik mata pengunjung yang dapat menikmati pemandangan aktivitas panda baik dari “atas” ataupun dari “bawah” yaitu melalui kaca di area restaurant kebun binatang.

https://big.dk/#projects-pan


https://big.dk/#projects-pan

Dapat disimpulkan desain dari Rumah Panda di Kebun Binatang Copenhagen ini amatlah menarik dari bagaimana arsitek BIG dapat merancangnya dengan memenuhi aspek-aspek krusial dari rumah panda dengan proses desain yang sederhana, tidak berbelit, dan logis namun tetap unik dan menarik mata pengunjung tidak hanya pada Panda itu sendiri tapi juga pada sisi desain nya. 

Source

Minggu, 28 Oktober 2018

3 Dari 9 Analogi Arsitektur



9 Analogi arsitektur menurut Wayne O. Attoe ialah:
1. Analogi Matematika
2. Analogi Biologis
3. Analogi Romantis
4. Analogi Bahasa atau Linguistik
5. Analogi Mekanik
6. Analogi Pemecahan Masalah
7. Analogi Adhocis
8. Analogi Bahasa Pola
9. Analogi Dramaturgi

ANALOGI BIOLOGIS didasari pada prinsip Arsitektur Organik. Filosofi arsitektur organik diperkenalkan dan dikembangkan oleh Frank Lloyd Wright. Pada awal 1908, arsitek Frank Lloyd Wright, merupakan orang pertama yang menggunakan istilah 'organik arsitektur,' mulai menjelaskan filsafatnya organik arsitektur. Istilah “arsitektur organik” itu sendiri diciptakan oleh arsitek Frank Lloyd Wright (1867-1959) pada sebuah artikel di Architectural Record, agustus 1914 untuk menjelaskan filosofi dari gaya arsitekturnya. Visinya adalah bagi arsitek dan desainer untuk meninggalkan gaya tradisi mereka pelajari dan menganut desain terbentuk oleh alam dari bahan-bahan komponen, yang selaras dengan pemandangan disekitarnya. Dia ingin mereka membayangkan bentuk dan fungsi sebagai kesatuan, elemen yang saling berhubungan. di antara banyak struktur terkenal yang dirancang oleh Wright.

Turning Torso - Santiago Calatrava











F. Turning Torso, Swedia – Santiago Calatrava Menara ini mengambil analogi dari pergerakan tubuh manusia, yaitu bentuk tulang belakang yang dipilin. Dengan analogi seperti itu, menara ini memberi pembelajaran mengenai ‘movement’ dan ‘structure’. “… The very idea of a structure is synonymous with stability, statis and rigid organisation of elements in space.” (Tzonis&Lefaivre, 1995:10) Dari kutipan pernyataan diatas tergambarkan bahwa struktur itu adalah sesuatu yang sifatnya statis dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan pergerakan. Bahkan struktur seakan menetralkan pergerakan itu sendiri. Namun, Calatrava sadar bahwa didalam struktur itu sendiri terdapat movement yang tidak dapat dihindarkan lagi pasti akan terjadi. Walaupun tampaknya ‘immobile’ atau tidak dapat bergerak, sebenarnya struktur itu sendiri berada pada suatu pergerakan yang konstan. Analogi tulang belakang pada Turning Torso Pada rancangan Turning Torso yang mengambil analogi tulang belakang manusia, bila dilihat secara struktur, tulang belakang manusia sangat memungkinkan terjadinya pergerakan, namun masih tetap dapat menjadi struktur yang kokoh dan bertahan hingga sekarang. Struktur ini kemudian dituangkan kedalam bentuk sketsa dan model sebagai cara pengeksplorasian bagaimana cara struktur itu bekerja dan tersusun dari bagian-bagian apa saja hingga akhirnya menjadi sebuah objek bangunan. Pada tahap awal pemodelan, Calatrava menyusun beberapa balok persegi sedemikian mungkin disekitar baja penopang untuk menemukan wujud spiral yang mendekati bentuk tulang belakang manusia yang dipilin.

ANALOGI ROMANTIK. Arsitektur harus mampu menggugah tanggapan emosional dalam diri si pengamat. Hal ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan menimbulkan asosiasi (mengambil rujukan dari bentuk-bentuk alam, dan masa lalu yang akan menggugah emosi pengamat) atau melalui pernyataan yang dilebih-lebihkan (penggunaan kontras, ukuran, bentuk yang tidak biasa yang mampu menggugah perasaan takut, khawatir, kagum dan lain-lain).

Contemporary Arts Center (CAC) - Zaha Hadid


CAC memiliki analogi romantik karena bentuknya yang dinamis seperti puzzle dengan perbedaan level. Tingkat kompleksitas dan kontradiksi bangunan ini cukup tinggi dibanding sekitar, hal ini merupakan salah satu indikator bahwa CAC bangunan post-modern.
Bangunan post-modren ini dikelilingi oleh gedung-gedung bergaya modern yang bentuknya cenderung kotak-kotak dan statis, sehingga CAC yang berkomposisi linear horisontal terlihat menonjol dan dinamis, dimana ke-dinamis-an yang terlihat merupakan hasil dari permainan ruang dalam yang kemudian mempengaruhi fasade luar.  CAC menerapkan salah satu teori Wtelo yakni ‘difanitas’ atau kesemrawangan. Penerapannya pada dinding transparan yang materialnya berupa kaca.
Sebagai bangunan yang beraliran post-modern, CAC masih kontekstual yang diimplementasikan pada variasi bentuk yang meerupakan perpaduan antara bangunan modern (bangunan lama) dan post-modern (CAC). CAC merupakan salah satu bangunan yang menerapkan tekonlogi yang cukup maju. Hal ini dapat dilihat pada konstruksi ruang galeri yang seolah-olah melayang di atas ruang lobi, penggunaan kantilever-kantilever, dan fasade samping yang multi-level.

ANALOGI LINGUISTIK

Analogi linguistik menganut pandangan bahwa bangunan-bangunan dimaksudkan untuk menyampaikan informasi kepada para pengamat dengan salah satu dari tiga cara sebagai berikut :

a. Model Tata bahasa

Arsitektur dianggap terdiri dari unsur-unsur (kata-kata) yang ditata menurut aturan (tata bahasa dan sintaksis) yang memungkinkan masyarakat dalam suatu kebudayaan tertentu cepat memahami dan menafsirkaa apa yang disampaikan oleh bangunan tersebut. lni akan tercapai jika ‘bahasa’ yang digunakan adalah bahasa umum/publik yang dimengerti semua orang (langue).

b. Model Ekspresionis

Dalam hal ini bangunan dianggap sebagai suatu wahana yanng digunakan arsitek untuk mengungkapakan sikapnya terhadap proyek bangunan tersebut. Dalam hal ini arsitek menggunakan ‘bahasa’nya pribadi (parole). Bahasa tersebut mungkin dimengerti orang lain dan mungkin juga tidak.

c. Model Semiotik

Semiologi adalah ilmu tentang tanda-tanda. Penafsiran semiotik tentang arsitektur menyatakan bahwa suatu bangunan merupakan suatu tanda penyampaian informasi mengenai apakah ia sebenarnya dan apa yang dilakukannya. Sebuah bangunan berbentuk bagaikan piano akan menjual piano. Sebuah menara menjadi tanda bahwa bangunan itu adalah gereja.

Church Of Light - Tadao Ando



Analogi yang digunakan adalah dari upacara minum the Jepang yang disebut sukiya, dimana pada upacara itu orang akan duduk dalam keheningan dan memungkinkan untuk mengantarkan pada sebuah kontemplasi. Tadao Ando merefleksikan kualitas silent dan kontemplasi ini ke dalam ruang-ruang yang dirancangnya. Kesan hening diwujudkan dengan penggunaan material beton ekspos yang berkesan diam dan memanfaatkan cahaya alami untuk memperkuat kesan hening dengan hanya memasukkan beberapa berkas cahaya saja ke dalam ruang.


Sumber

Minggu, 01 Juli 2018

"Desa" di Tengah Kota, Namsangol Hanok Village



Kuliah Lapangan Arsitektur kali ini saya kedapatan jatah ke Korea, dan kita melakukan pengamatan di Namsangol Hanok Village. Namsangol Hanok Village ini merupakan sebuah desa buatan, karena desa ini tidaklah dihuni oleh penduduk manapun, melainkan benar-benar ditujukan menjadi tujuan wisata yang mempertunjukan bangunan ataupun konsep desa tradisional Korea dimasa lalu.    Dan pada pengamatan ini,saya mendapat jatah untuk mengamati pada landscape dari area Namsangol Hanok Village ini.

Sejak awal kita memasuki tempat ini, amat terlihat bahwa Sirkulasi kendaraan terbatas.  Kendaraan tidak dapat masuk ke wilayah Namsan Village ini. Dan tersedia beberapa lahan parkir sebelum memasuki Namsan Village. Dari lahan parker tersebut terdapat pintu entrance yang besar, dengan lahan yang luas.  Pejalan kaki sangat dimanjakan dengan start lahan pedestrian yang luas dan juga memberikan view keseluruhan yang baik bahkan saat kita baru memasuki Namsan Village.  Pengunjung dapat membayangkan baik  bahwa seperti inilah desa-desa tradisional korea di masa lalu.

Jalur-jalur pedestrian yang ada sangat mengakomodasi para pengunjung, dengan lebar mencapai 5 m.  Selain itu jalur sirkulasi banyak memiliki percabangan yang memberikan banyak pilihan kepada pengunjung untuk memilh spot-spot yang ingin dikunjungi.  Tapi tidak perlu khawatir tersesat, karena secara makro jalur pedestrian di Namsan Village ini bersifat melingkar, jadi mudah untuk mencari jalan pulang.  Selain itu jalur pedestrian di sini banyak mengelilingi gazebo ataupun pavilion jadi pengunjung dapat mengamati spot-spot tersebut dari berbagai sudut. 


Sekeliling Namsangol Hanok Village banyak dikelelilingi pohon2 berdaun jarang, sehingga menjadi filter yang baik dan juga memberi keindahan tersendiri dalam view menuju bangunan ditambah lagi 
banyak vegetasi2 di sekeliling site yang berwarna warni, hijau, kuning, orange.  Selain itu Landscape nya banyak memiliki  monument/patung2 batu yang cukup besar sehingga dapat menyeimbangkan vegetasinya.

Dalam site ini, terdapat banyak ruang terbuka berupa landscape seperti pavilion, gazebo dengan kolam2. Kolam yang terdapat di pavilion ini sangat khas style Asia nya.  Dengan bebatuan yang mengelilingi kolam, ikan koi, dengan bentangan yang luas dan lapang sehingga dapat memberikan aura tenang saat menikmati kolam, baik dari jalur pedestrian di sekeliling kolam maupun dari pavilion di sebelahnya.  Jalur pedestrian memiliki lebar 2-3 meter sehingga dapat menampung orang-orang yang melintas dalam 2 arah.   Di masa lalu, jalur pedestrian ini biasanya dipakai oleh pemilik rumah untuk menikmati kolam tersebut.

Selain Kolam yang datar, element air pada landscape yang terdapat di Namsan berupa sunga-sungai kecil dengan air terjun kecil memberikan suara air mengalir dan beriak yang juga memberikan efek kesegaran dan ketenangan  dan keteraturan di sekitar sungai tersebut.   Dari penglihatan, kolam/sungai tidak memliki kedalaman yang dalam.  Dan pada dasarnnya banyak diaplikasikan tanaman2 air dan juga batu2 kali/kolam.  Sungai2 tersebut juga dikelilingi oleh batu2 kali besar dan sentuhan rerumputan yang memberikan kesan alami.  Pada kolam yang rata pun,  mereka sering menimbulkan sound effect air dengan menaruh kincir air pada kolam yang rata. Selain efek ketenangan, elemen2 air banyak menimbulkan mirror efek pada bangunan ataupun vegetasi2 di sekitarnya.  Another plus point for the view. 

Site nya berkontur berbukit dan dimanfaatkan dengan sangat baik, dalam aplikasi sungai-sungai yang mengalir, pedestrian-pedestrian.   Selain itu kontur dari site ini sangat mendukung pengunjung untuk menikmati view menuju site.  Pengunjung dapat menikmati view yang naik perlahan2 dari entrance, lalu rumah-rumah tradisional , hingga ke bukit dan gunung Namsan.  Site yang berkontur juga mendukung view dari site menuju kota, pada gazebo XXX pengunjung dapat menikmati pemandangan menuju kota, dimana rumah tradisional langsung bertemu dengan gedung-gedung tinggi perkotaan.  Membuat pengunjung benar-benar merasakan desa ditengah kota.


 Salah satu best view yang terdapat di site tersebut adalah site menuju gunung Namsan , terutama pada musim semi dimana pohon-pohon berwarna warni dengan bunga-bunga sakura bermekaran.  Best view lainnya ialah vew dari pucak tertinggi Namsangol Hanok Village , melihat pemandangan  kontur site yang menurun dan langsung bertemu dengan kota, dimana rumah tradsional langsung bertemu dengan gedung-gedung tinggi perkotaan.  Feel dari desa ditengah kota sunggu berasa

Minggu, 04 Juni 2017

PERTAHANAN NASIONAL

PENGERTIAN
Ketahanan nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa, meliputi seluruh aspek kehidupannasional yang terintegrasi, berisi keuletan, dan ketangguhan serta mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung membahayakan integrasi, identitas, kelangsungan hidupbangsa dan negara , serta perjuangan mengejar tujuan nasionalnya.

KEDUDUKAN DAN FUNGSI KETAHANAN NASIONAL
Kedudukan :
ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional.
Fungsi :
Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter – regional (wilayah), inter – sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

ASAS KETAHANAN NASIONAL
Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara, yang terdiri dari :

1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan kemakmuran dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial.. Kesejahtrean maupun keamanan harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apa pun. Dalam kehidupan nasional, tingkat kesejahteraan dan keamanan nasional yang dicapai merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional
2. Asas Menyeluruh Terpadu                    
Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras pada seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif intergral).
3. Asas Mawas ke Dalam da Mawas ke Luar
a. Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemadirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
b. Mawas ke Luar
Mawas Ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan stategis luar negeri dan menerima kenyataan adanya interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4. Asas Kekeluargaan
Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan kebersamaan, kesamaan, gotong royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan tersebut harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak berkembangkan menjadi konflik yang bersifat saling menghancurkan.

SIFAT KETAHANAN NASIONAL
1. Mandiri
Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (idenpendency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).
2. Dinamis
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya. Karena itu, upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
3. Wibawa
Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
4. Konsultasi dan Kerjasama
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan atagonistis, ataupun kekuasaan dan kekuata fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.

KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 dan wawasan nusantara dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.
a.  Aspek Ekonomi
Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang egara dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan perekonomian bangsa dan egara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
b.    Aspek Sosial Budaya
Ketahanan sosial budaya diartikan sebagai kondisi dinamis budaya Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial budaya.
c.    Aspek Pertahanan dan Keamanan
Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia mengandung keuletan, ketangguhan, dan kemampuan dalam mengembangkan, menghadapi dan mengatasi segala tantangan dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam yang secara langsung maupun tidak langsung membahayakan identitas, integritas, dan kelangsungan hidup bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.
d.   Aspek Politik
Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan politik bangsa Indonesia yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung untuk menjamin kelangsungan kehidupan politik bangsa dan negara Republik Indonesia berdasar Pancasila dan UUD 1945.
e.   Aspek Ideologi
Dapat diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan ideologi bangsa Indonesia. Ketahanan ini diartikan mengandung keuletan dan ketangguhan kekuatan nasional dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam secara langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi bangsa dan negara Indonesia.

STUDI KASUS

Pada awal tahun 1960an pada kalangan militer angkatan darat di SSKAD yang sekarang bernama SESKOEAD (Sunardi, 1997) masa itu adalah sedang meluasnya pengaruh komunisme yang berasal dari Uni Soviet dan Cina. Pengaruh komunisme menjalar sampai kawasan Indo Cina sehingga satu persatu kawasan Indo Cina menjadi Negara komunis, seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja. Bahkan infiltrasi komunis mulai masuk ke Thailand, Malaysia, dan Singapura.
         Concern atas fenomena tersebut, para pemikir militer di SSKAD mengadakan pengamatan atas kejadian tersebut. Bahwa tidak adanya perlawanan yang gigih dan ulet di Indo Cina dalam menghadapi ekspansi komunis. Jika dibandingkan dengan Indonesia, kekuatan apa yang dimiliki bangsa ini sehingga mampu menghadapi berbagai ancaman termasuk pemberontakan dalam negeri. Jawaban sementara dari kalangan pemikir tersebut adalah adanya kemampuan territorial dan perang gerilya.
         Tahun 1960an terjadi gerakan komunis di Filipina, Malaysia, singapura dan Thailand. Bahkan gerakan komunis Indonesia berhasil mengadakan pemberontakan pada 30 September 1965, tetapi bakhirnya dapat diatasi. Menyadari atas berbagai kejadian tersebut, semakin memperkuat gagasan pemikiran tentang kekuatan apa yang seharusnya ada dalam masyarakat dan bangsa Indonesia agar kedaulatan dan keutuhan bangsa Negara Indonesia terjamin dimaa mendatang.
        Pengembangan atas pemikiran awal tersebut semakin kuat setelah berakhirnya gerakan G 30 S PKI. Pada tahun 1968, pemikiran di lingkungan SSKAD tersebut dilanjutkan oleh lemhanas (lembaga pertahanan nasional)
Telah ada kemajuan konseptual pemikiran Lemhanas tahun 1968 tersebut berupa ditemukannya unsur-unsur dari tata kehidupan nasional yang berupa ideologi, politik, ekonomi, social, dan militer. Pada tahun 1969 lahirlah istilah KETAHANAN NASIONAL yang menjadi pertanda dari ditinggalkannya konsep kekuatan, meskipun dalam Ketahanan Nasional sendiri terdapat konsep kekuatan. Konsepsi Ketahanan Nasional waktu itu dirumuskan sebagai keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk menghadapi segala ancaman dan kekuatan yang membahayakan kelangsungan hidup Negara dan bangsa Indonesia. Kata “segala” menunjukan kesadaran akan spectrum ancaman yang lebih dari sekedar ancaman komunis dan/pemberontakan.

Source: http://gilatugas.blogspot.co.id/p/ketahanan-nasional.html

Minggu, 30 April 2017

WAWASAN NUSANTARA DAN KASUS INTOLERANSI

 Secara umum, Pengertian Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan bentuk geografisnya menurut Pancasila dan UUD 1945 dalam mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
Tap MPR Tahun 1993 dan 1998 Tentang GBHN, Pengertian wawasan nusantara menurut definisi Tap MPR tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

FUNGSI WAWASAN NUSANTARA
1.   Fungsi Wawasan Nusantara Secara umum  berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggaraan Negara di pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.
2.  Fungsi Wawasan Nusantara dibedakan dalam beberapa pandangan antara lain sebagai berikut..
·         Sebagai konsepsi ketahanan nasional adalah sebagai konsep dalam pembangunan, pertahanan keamanan dan kewilahayan
·         Sebagai pembangunan nasional adalah mencakup kesatuan politik, sosial dan ekonomi, sosial dan politik, dan kesatuan pertahanan dan keamanan.
·         Sebagai pertahanan dan keamanan adalah pandangan geopolitik Indonesia sebagai satu kesatuan pada seluruh wilayah dan segenap kekuatan negara.
·         Sebagai wawasan kewilayahan adalah pembatasan negara untuk menghindari adanya sengketa antarnegara tetangga

TUJUAN WAWASAN NUSANTARA
Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi dari segala aspek kehidupan rakyat indonesia yang mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah. Kepentingan tersebut tetap dihargai agar tidak bertentangan dari kepentingan nasional.

LATAR BELAKANG WAWASAN NUSANTARA
a)      Falsafah Pancasila, Pancasila merupakan dasar dalam terjadinya wawasan nusantara dari nilai nilai yang terdapat dalam Pancasila. Nilai-nilai tersebut antara lain sebagai berikut.
a.       Penerapan HAM (Hak Asasi Manusia). misalnya pemberian kesempatan dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya.  
b.      Mengutamakan pada kepentingan masyarakat dari pada kepentingan indivud dan golongan
c.       Pengambilan keputusan berdasarkan dalam musyawarah mufakat.
b)      Aspek Kewiilayahan Nusantara, aspek kewilayahan nusantara dalam hal ini pada pengaruh geografi karena indonesia kaya akan SDA dan suku bangsa
c)      Aspek Sosial Budaya, aspek sosial budaya dimana dalam hal ini dapat terjadi karena indonesia terdapat ratusan suku bangsa yang keseluruhan memiliki adat istiadat, bahasa, agama dan kepercayaan yang berbeda-beda, yang menjadikan tata kehidupan nasional memiliki hubungan interaksi antara golongan karena dapat menyebabkan konflik yang besar dari keberagaman budaya.
d)      Aspek Sejarah,  Dapat mengacuh kepada aspek sejarah karena indonesia memiliki banyak pengalaman sejarah yang tidak ingin terulangnya perpecahan dalam bangsa dan negara Indonesia. Dimana kemerdekaan yang didapatkan merupakan hasil semangat persatuan dan kesatuan bangsa indonesia, sehingga harus dipertahankan untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia

STUDI KASUS : INTOLERANSI AGAMA DI INDONESIA
Tanggal 6 Desember lalu di Bandung terjadi aksi pembubaran paksa acara kebaktian di kompleks Sasana Budaya Ganesha (Sabuga). Kemudian sehari setelahnya, ada penurunan paksa baliho Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta karena menampilkan sosok mahasiswi berjilbab pada iklan penerimaan mahasiswa baru kampus itu.

Selang tiga hari setelah insiden tersebut, sembilan warga Muslim yang datang ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk mengikuti acara keagamaan di Atambua, Belu, diusir oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Brigade Meo Timor.

Kapolda NTT Brigjen Widyo Sunaryo kepada pers, Sabtu (10/12) mengatakan sembilan orang itu memang tidak melanggar aturan hukum apa pun, tetapi mengingat “apa yang terjadi baru-baru ini di Jakarta dan Bandung” maka polisi dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sepakat memulangkan mereka.

Dan lima hari terakhir ini aksi “sosialisasi” fatwa MUI oleh beberapa organisasi massa, antara lain Front Pembela Islam (FPI), terjadi di sejumlah restoran dan pusat perbelanjaan di Bekasi, Solo, Yogyakarta dan Surabaya. Mengapa aksi intoleransi kembali marak terjadi?

Intoleransi dalam Tahap Darurat

Menurut pengamat politik Al Chaidar dari Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe di Aceh, fenomena ini merupakan bagian dari apa yang disebutnya sebagai “kebangkitan konservatisme”.

“Hal ini sepertinya merupakan perluasan dari kebangkitan konservatisme yang sedang terjadi di Timur Tengah dan sekitarnya. Ada semangat untuk melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam secara kaffah atau total dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya kepada VOA, Senin (19/12)

"Mereka kerap mewujudkannya dengan cara yang mengejutkan, seperti tindakan sweeping atau razia berdasarkan fatwa semata tanpa mengindahkan prinsip hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat lain. Atau lewat gerakan purifikasi, dengan sama sekali menolak nilai-nilai, infrastruktur atau produk yang mereka anggap menyimpang."

Berita intoleransi agama semakin kita dengar dalam media-media dan menjadi isu sensitive dalam masyarakat.  Jika kita mencoba melihat hubungan antara kasus-kasus intoleransi agama dan wawasan nusantara, kita dapatmelihat kurangnya wawasan nusantara dalam masyarakat. Kurang melihat lagi, pola pandangan seperti apa yang seharusnya dimiliki masyarakat yang dicita-citakan oleh pelopor-pelopor bangsa Indonesia.  Memang, dengan semakin berkembangnya teknologi dan masyarakat dapat mendapat informasi dengan cepat,makin mudah masyrakat lebih menyukai hal-hal instan, termasuk dalam informasi dan wawasan.  Kebiasaan untuk menyaring informasi dan berpikir lebih dalam terhadap kasus-kasus lebih jarang dilaksanakan

Semakin sering kita melihat masyarakat lebih bersikap individu dan lebih lagi, memaksakan pemikiran nya, keindividuan nya kepada orang lain.  Bahkan sikap dan pandangan seperti ini semkain meluas di media social.  Cukup sering terjadi saat adanya sharing cuplikan mengenai toleransi-toleransi yang terjadi dan di alami oleh berbagai warganet, banyak warganet lain yang lebih menyoroti mengenai bagaimana agama-agama tertentu harusnya dijalankan dibandingkan dengan sikap-sikap toleransi yang seharusnya dipelihara oleh masyarakat.  Jika masyarakat terus-menerus tidak memahami pandangan seperti apa yang seharusnya dimiliki bangsa Indonesia, maka tujuan dari wawasan nusantara semakin jauh dari jangkauan kita.



Source
http://www.voaindonesia.com/a/intoleransi-di-indonesia-darurat/3643180.html

Selasa, 28 Maret 2017

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Pada hakekatnya pendidikan merupakan upaya sadar dari suatu masyarakat dan pemerintah suatu negara untuk menjamin kelangsungan hidup dan kehidupan generasi penerusnya. Jadi Pendidikan Kewarganegaraan adalah Unsur Negara Sebagai Syarat Berdirinya Suatu Negara upaya sadar yang ditempuh secara sistematis untuk mengenalkan, menanamkan wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila demi tetap utuh dan tegaknya NKRI.
BANGSA
Faktor objektif yang terpenting dari suatu Bangsa adalah kehendak atau kemauan bersama yang lebih dikenal dengan nasionalisme. Fredrich Hertz dalam bukunya “Nationality in History and Politics” mengemukakan bahwa setiap bangsa mempunyai 4 (empat) unsur aspirasi sebagai berikut:
1. Keinginan untuk mencapai kesatuan nasional yang terdiri atas kesatuan sosial, ekonomi, politik, agama, kebudayaan, komunikasi, dan solidaritas.
2. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya,   yaitu bebas dari dominasi dan campur tangan bangsa asing terhadap urusan dalam negerinya.
3. Keinginan dalam kemandirian, keunggulan, individualisme, keaslian, atau kekhasan.
4. Keinginan untuk menonjol (unggul) diantara bangsa-bangsa dalam mengejar kehormatan, pengaruh, dan prestise.

NEGARA
Negara adalah suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi di mana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain sebagainya. Di dalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Negara merupakan suatu organisasi dari rakyat negara tersebut untuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah konstitusi yang dijunjung tinggi oleh warga negara tersebut. Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi cita-cita bangsa secara bersama-sama.

Fungsi-Fungsi Negara :
1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat
2. Melaksanakan ketertiban
3. Pertahanan dan keamanan
4. Menegakkan keadilan

Teori Terjadinya Negara Terdapat beberapa teori antara lain sebagai berikut:
a) Teori Kenyataan, timbulnya suatu negara ketika telah terpenuhi unsur-unsur negara (daerah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat) maka pada saat itu juga negara sudah menjadi suatu kenyataan.
b) Teori Ketuhanan, timbulnya negara karena Tuhan menghendaki. Kalimat Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa (by the grace of god) menunjuk ke arah teori ini, walaupun bangsa Indonesia tidak menganut teori ini.
c) Teori Perjanjian, negara timbul karena perjanjian yang diadakan antara manusia yang tadinya hidup bebas merdeka, terlepas satu sama lain tanpa ikatan kenegaraan. d) Teori Penaklukan, suatu negara timbul karena serombongan manusia menaklukan daerah dan rombongan manusia lain.

Bentuk Negara Menurut teori-teori modern, bentuk negara yang terpenting ialah negara kesatuan (unitarisme) suatu negara yang merdeka dan berdaulat dimana di seluruh negara yang berkuasa hanya satu pemerintah (pusat) yang mengatur seluruh daerah, dan negara serikat (federasi) suatu negara yang merupakan gabungan beberapa negara, yang menjadi negara-negara bagian dan negara serikat itu

KEWARGANEGARAAN INDONESIA
  1. Pengertian asas publikasi dalam kewarganegaraan;
Asas publikasi/publisitas adalah asas yang menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan kewarganegaraan republik indonesia diumumkan dalam berita Negara republik Indonesia agar masyarakat mengetahuinya.
    2. Asas kebenaran substantive dalam kewarganegaraaan;
Asas kebenaran substantif adalah asas yang menentukan bahwa prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administratif,tetapi juga disertai substansi dan syarat-syarat permohonan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.Jadi jika seseorang ingin menjadi warganegara Indonesia,maka orang tersebut harus melengkapi syarat-syarat yang bersifat substantif,tidak hanya syarat yang bersifat administratif saja.
    3. Cara memperoleh kewarganegaraan di Indonesia;
Kewarganegaraan di Indonesia dapat diperoleh melalui beberapa cara,yaitu;
-kelahiran, -pemberian,dan
-pewarganegaraan, -ikut ayah atau ibunya
Artinya,jika seseorang ingin menjadi warga Negara Indonesia,harus melalui cara-cara diatas.
    4. Cara memperoleh kewarganegaraan melalui pewarganegaraan di Indonesia;
Cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia dengan cara pewarganegaraan yaitu dengan cara melakukan permohonan pewarganegaraan yang diajukan oleh pemohon yang sudah memenuhi syarat-syarat tertentu secara tertulis dalam bahasa Indonesia diatas kertas bermaterai kepada presiden RI melalui menteri.Menteri meneruskan permohonan dengan pertimbangan kepada presiden dalam waktu paling lambat 3 bulan. Selanjutnya Presiden mengabulkan atau menolak permohonan kewarganegaraan.
Hak dan kewajiban warga negara
     Pasal-pasal dalam UUD 1945 yangmenetapkan hak dan kewajiban sebagai warga negara mencakup pasal-pasal 27, 28, 29, 30, 31, 33 dan 34.

HAK ASASI MANUSIA
Hak Asasi Manusia atau HAM adalah hak-hak yang sudah dipunyai oleh seseorang sejak ia masih dalam kandungan. Hak asasi manusia dapat berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM yang tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat atau Declaration of Independence of USA serta yang tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti yang terdapat pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal
31 ayat 1, serta pasal 30 ayat 1. Menurut UU No. 39 tahun 1999 HAM ialah seperangkat hak yang melekat pada hakikat setiap keberadaan manusia yang merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Hak merupakan anugerah-Nya yang haruslah untuk dihormati, dijunjung tinggi, serta dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang untuk kehormatan serta perlindungan harkat martabat manusia.

HAM merupakan hak fundamental yang tidak dapat dicabut karena ia adalah seorang manusia. HAM yang dirujuk sekarang merupakan seperangkat hak yang dikembangkan PBB sejak awal berakhirnya perang dunia II. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak dapat berkelit untuk tidak melindungi hak asasi manusia yang bukan warga negaranya.

Selama masih menyangkut persoalan HAM pada masing-masing negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu mempunyai tanggung jawab, khususnya terkait pemenuhan hak asasi manusia pribadi-pribadi yang terdapat pada jurisdiksinya, termasuk orang asing. Oleh karena itu, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk menyamakan antara hak asasi manusia dengan hak-hak lainnya yang dimiliki oleh warga negara. Hak asasi manusia sudah dimiliki oleh siapa saja.

Alasan di atas pula yang dapat menyebabkan hak asasi manusia merupakan bagian integral dari tiap kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karena itu bukan sesuatu yang kontroversial lagi apabila suatu komunitas internasional mempunyai kepedulian yang serius dan bersifat nyata terhadap berbagai isu tentang hak asasi manusida tingkat domestik.

Peran komunitas internasional sangat pokok sebagai perlindungan HAM karena sifat serta watak HAM itu sendiri merupakan suatu mekanisme pertahanan dan perlindungan setiap individu terhadap kekuasaan negara yang rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana yang sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri.

Hak asasi manusia atau HAM mempunya beberapa ciri-ciri khusus jika dibandingkan dengan hak-hak yang lainnya, yaitu:
1.    Tidak dapat dicabut, HAM tidak dapat dihilangkan atau diserahkan.
2.    Tidak dapat dibagi, semua orang berhak untuk mendapatkan semua hak, baik itu hak sipil, politik, hak ekonomi, sosial, dan budaya.
3.    Hakiki, HAM merupakan hak asasi semua manusia yang sudah pada saat manusia itu lahir.
4.    Universal, HAM berlaku bagi semua orang tanpa memandang status, suku, jenis kelamin, atau perbedaan yang lainnya. Persamaan merupakan salah satu dari berbagai ide hak asasi manusia yang mendasar.

STUDI KASUS
Mencari Anak Kandungnya, Pria Ini Tewas Diamuk Massa yang Termakan Berita Hoax Penculikan
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Musyafak sangat menyayangkan massa main hakim sendiri terhadap pria berinisial MM hingga meninggal dunia di Kantor Desa Amawang, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Minggu (26/3/2017) pukul 15.30 WIB.
Korban merupakan warga Pontianak asal Kota Bandung.
Massa yang termakan informasi berita bohong soal pencuri anak akhirnya mengeroyok MM yang mereka anggap mencurigakan.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Mempawah Ipda Bambang bersama Kanit Reskrim, Kanit Intel dan anggota Sabhara sudah berusaha mengamankan MM yang sudah babak belur oleh massa.
Menurut Bambang saat korban hendak dievakuasi ke mobil patroli, massa semakin beringas dan menerobos pintu tempat korban diamankan.
"Massa membabibuta mengeroyok korban dan akhirnya korban meninggal lalu dibawa ke RS Rubini Mempawah," terang Bambang.
Hasil penyelidikan diperoleh korban sedang mencari alamat anak kandungnya yang sudah menikah dengan warga setempat.
(Sc:TribunSolo.com)

Kasus main hakim sendiri telah sering terdengar dan terjadi di Indonesia.  Dan dalam beberapa kejadian, hasil dari kejadian tersebut adalah kematian sang korban.  Lebih parah lagi dalam kasus ini adalah, korban main hakim sendiri ini adalah orang yang tidak bersalah,seorang pria yang berencana bertemu dengan anak kandungnya tetapi malah bertemu akhir hidupnya akibat kelakuan penduduk yang mempercayai berita hoax dan main hakim sendiri.  Selain menunjukan bahwa masyarakat masih terlalu mudah terpengaruh berita, kasus ini juga menunjukan mudahnya masyarakat mengancam hak milik seseorang.  Aksi main hakim sendiri, yang biasanya disertai dengan pengeroyokan dapat mengancam pelaku yang tentunya memiliki hak untuk hidup yang sama dengan masyarakat lainnya.  Belum lagi, pelaku kejahatan sekalipun, masih memiliki hak untuk menerima surat perintah penangkapan dari pihak berwenang dan penangkapan sesuai dengan prosedur, selama tidak ada pemberontakan dari pelaku.  Dapat disimpulkan, kasus ini adalah cerminan kondisi masyarakat yang belum bisa sepenuhnya mengerti hak dan kewajiban masyarakat itu sendiri dan masyarakat lain sebagai warga negara Indonesia.

sumber:

http://solo.tribunnews.com/2017/03/28/mencari-anak-kandungnya-pria-ini-tewas-diamuk-massa-yang-termakan-berita-hoax-penculikan
http://woocara.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-ham-macam-macam-ham-contoh-pelanggaran-ham.html

https://yunitapratiwidotme.wordpress.com/2013/05/28/latar-belakang-pendidikan-kewarganegaraan-4/

Selasa, 27 Desember 2016

EKSPERIMEN KOTA VIRUTAL : PERAN UTAMA DALAM MEDESAIN MASA DEPAN

IKLIM, KOTA DAN KEBUTUHAN TRANSFORMASI SECARA CEPAT
Di era sekarang tindakan terhadap perubahan iklim kita akan menentukan keberhasilan atau kegagalan transisi pasca-karbon untuk menghindari  implikasi parah bagi masyarakat global. Ini bukan hanya masalah teknologi, lebih dari itu. Ini mencakup sosial, ekonomi atau pemerintahan. mengatasi perubahan iklim memerlukan sistem yang berbeda secara fundamental, struktur dan praktek di semua bidang yang dikombinasikan. Respon terhadapperubahan iklim juga harus merangkul mitigasi dan adaptasi sebagai tujuan simultan.
Paa tingkat strategis itu semakin diakui bahwa fokus untuk tindakan dalam dekade ini adalah pada kota-kota besar. Tantangan kritis untuk kota kota besar di periode transformasi iklim  ini adalah bahwa kota-kota menganut sistem adaptif kompleks yang berkegantungan dikarenakan pembangunan bertahun-tahun.
sejarah antara kota dan alam juga menentukan; kota mendapat dampak baik di luar perbatasan mereka, membentuk produksi lokal, regional dan benua sistem dan mengubah lanskap, ekosistem alami dan bahkan bergantung pada  bio-fisik kota, layanan ekosistem alami dan dimensi psiko-sosial manusia interaksi dengan alam. Transformasi kota juga berawal dari melarutkan batas antara kota dan desa.
Perlu diingatkan juga, kepentingan dan ketertarikan di kota-kota memberi efek besar pada perubahan iklim,  melampaui kontribusi mereka terhadap masalah global dan kerentanan mereka

DIMENSI TRANSFORMASI DAN NILAI EKSPERIMEN
Tentunya, transformasi kota membutuhkan transisi secara cepat  dari satu set sosial-budaya-teknologi-fisiksistem ke  set lain. tertanam (inter) hubungan internal yang tertanam dalam sistem ini menunjukkanbahwa transisi ke sebuah kota tangguh non-karbon melibatkan pengkonsepan kembali  seluruh sistem-  membayangkan kota masa depan
Ini tentunya merupakan  tantangan dalam mendesain - sebuah proses yang dapat dianggap memilikitiga komponen. Pertama, dalam mempertimbangkan sistem baru yang bisa mendukung perkembangan, budaya yangmemuaskan dan produktif, masa depan perkotaan, didukung oleh energi terbarukan. Kedua,memilih sistem yang dapat meningkatkan ketahanan fisik dan sosialbahkan sebagai perubahan iklim. Ketiga, negosiasi proses transisi menuju sistem masa depan dengan warga terkait dan pemangku kepentingan lainnya.
Pendekatan eksperimen virtual, melakukan penelitian desain, pengamatan dan keterlibatan , telah berkembang dalam menanggapi semua tantangan dalam  mengubah kota-kota pada masa kini. Atas dasar kerja itu, mereka mengeksplorasi kebijakan dan desain intervensi yang mengorientasikan ulang lintasan pembangunan saat ini terhadap masa depan. Pendekatan eksperimen virtual, menggunakan desain penelitian, Visioning danketerlibatan, telah berkembang dalam menanggapi semua tantangan mengubah hari . Penekanan besar ditempatkan dalam mem visualisasikan kemungkinan di masa depan untuk membentuk dukungan untuk tindakan yang diperlukan untuk menyadarkan orang-orang.

CONTOH KASUS
1.  The Eco-Acupuncture (EcoA) Program
Eco-Acupuncture diluncurkan pada tahun 2008 sebagai 'desain penelitian yang terlibat dengan aksi'. Program untuk membantu bisnis, masyarakat, dan kota-kota untum mengembangkan inovasi yang relevan sampai dengan  de-karbonisasi ekonomi dan pengembangan infrasturktur iklim tangguh. Kantor polisi kota dan kota Menjadi fokus kritis dalam kemitraan dengan pemerintah daerah, untuk:
·         memeriksa masalah bagi ketahanan lokasi perkotaan tertentu di masa depan;
·         Mempertimbangkan interaksi sistem yang kompleks yang membantu membentuk solusi
·         memvisualisasikan kemungkinan di masa depan dalam menyelesaikan masalah dan meningkatan ketahanan
·         merancang serangkaian intervensi sebagai 'titik transformasi'
Penyelidikan eksperimental pertama dari pekerjaan yang terfokus pusat kota adalah  Melbourne; berbeda dengan pekerjaan dimasa depan,pemekerjaan ini i bukanlah 'retrofit' dari wilayah perkotaan yang sudah ada tapiskematik visi master-plan dan kerangka untuk 'eco-kota' baru pada sangat besar di situs brownfiled yang berdekatan dengan pusat bisnis distrik.
Setiap proyek EcoA menyatukan peneliti universitas, akademisi desain, mahasiswa master desain, dan desainer profesional, untuk bekerja sama dengan masyarakat lokal. Ini melibatkan pembentukan ateliers desain yang sangat terlihat dalamruang komunitas; desain-workshop selama satu tahun atau lebih, visijangka menengah (25 tahun),dan  intervensi jangka pendek.

2.  The Visions and Pathways 2040 (VP2040) Project
VP2040 adalah penelitian multi-mitra dengan keterlibatan proyek selama empat tahun, dengan pendanaan dari Australian Cooperative Research Centre for Low Carbon Living untuk memeriksa potensi dari empat kota di negara bagian Australia selatan untuk meningkatkan ketahanan dan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka sampai 80% pada tahun 2040. VP2040 melibatkan tim kecil peneliti dari tiga universitas (Melbourne and Swinburne
Universities di Melbourne Victoria dan University of New South Wales di Sydney) ditambah kolaborasi dengan bisnis multi-nasional dalam bidang desain, perencanaan dan rekayasajasa dan konstruksi, serta dewan kota Melbourne, Adelaide dan Sydney dan sejumlah departemen pemerintah.

REFLEKSI DAN PEMAHAMAN MASA DEPAN
Proses eksperimen virtual melalui desain visi yang disajikan di sini merupakan strategi untuk mengatasi tantangan transformasi kota-kota besar secara cepat,sebuah  proses untuk menarik warga, peneliti, desainer, perencana - sebagai individu dan sebagai lembaga – untuk percobaan dengan harapan yang berbeda pada masa depan

Eksperimen Virtual mencapai dua hasil penting yang relevan untuk memungkinkan transformasi sistem kota yang cepat. Sekilas  terlihat dapat membuat  perubahan tertentu pada sekelompok orang yang dianggap mungkin dan bagaimana mereka terkait untuk menyajikan kondisi dan pemahaman dari tantangan masa depan. Ini sangat penting karenadapat membantu mengidentifikasi aspek masa kini yang bisa bertindak sebagai “bantalan” dalam transformasi kota. Juga, dengan membuat seperangkat asumsi masa depan, visi transformatif dapat menjadicara yang efektif untuk budidaya dialog tentang cara-cara di mana peserta memahami kemungkinan perubahan. Virtual eksperimen dapat menciptakan pengalaman dari masa depan untuk pengembang dan memberikan peluang dan ruang untuk eksperimen fisik yang nyata.